Omega-3 sering disebut sebagai bahan super yang
kaya dengan manfaat. Begitu banyak perusahaan obat dan suplemen
di pasaran yang mengklaim bahwa produk-produknya mengandung omega-3,
kemudian dijual dengan harga mahal. Apakahnutrisi ini
benar-benar bermanfaat?
Bahan makanan dan suplemen yang mengandung Omega-3 sering
dipercaya menjadi sumber yang membantu melawan gangguan kesehatan,
seperti penyakit jantung, mencegah
demensia, serta berperan penting dalam perkembangan janin.
Namun beberapa penelitian yang menyimpulkan hal di atas sering
tidak dijalankan dengan mekanisme yang tepat. Misalnya jumlah sampel yang tidak
memenuhi syarat dan waktu pengamatan yang terlalu singkat. Berikut ini adalah
beberapa klaim beserta faktanya.
Mengurangi risiko penyakit
kardiovaskular
Serangkaian penelitian yang
dilakukan The UK Scientific Advisory Committee on
Nutrition menemukan bahwa konsumsi ikan, terutama yang
mengandung minyak ikan tinggi, memang dapat mengurangi risiko penyakit
kardiovaskular, serta mengurangi risiko stroke. Asam lemak omega-3 juga memiliki efek terbatas terhadap tekanan
darah.
Selain itu, konsumsi bahan
makanan yang mengandung asam lemak omega-3 secara rutin dapat membantu
mengurangi kadar trigliserida dalam darah.
Mengurangi risiko kanker
Belum ada bukti kuat yang
menunjukkan bahwa omega-3 dapat mengurangi risiko kanker. Malah penelitian lain
menemukan bahwa konsumsi suplemen omega-3 justru meningkatkan risiko kanker prostat mencapai
70 persen. Penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang pada darahnya
terdapat kandungan omega-3 dalam kadar tinggi, ternyata berasosiasi dengan
peningkatan risiko pertumbuhan kanker prostat hingga 44 persen.
Namun, konsumsi suplemen
omega-3 dapat bermanfaat bagi pengidap kanker stadium lanjut dalam meningkatkan
nafsu makan dan membantu menaikkan berat badan.
Membantu mencegah demensia
Demensia atau gangguan daya ingat, daya berpikir, dan cara
berperilaku diklaim dapat dicegah dengan bantuan konsumsi omega-3. Namun
faktanya penelitian menemukan bahwa konsumsi suplemen omega-3 ternyata tidak
mendatangkan manfaat tersebut pada lansia. Penelitian lain juga menemukan bahwa
omega-3 tidak memberikan efek signifikan terhadap daya ingat dan daya kognitif
pengonsumsinya.
Mencegah hilangnya penglihatan
Penelitian pada 2008 menemukan bahwa mengonsumsi ikan yang
berkadar minyak tinggi setidaknya dua kali sepekan dapat mengurangi risiko
degenerasi makula (daerah di belakang retina) karena faktor usia. Meski
demikian, bukti penelitian ini masih perlu dikaji lebih lanjut.
Meredakan peradangan pada
artritis rematoid
The American College of
Rheumatology (ACR) menyatakan terdapat manfaat terbatas pada konsumsi
minyak ikan oleh pengidap artritis rematoid dalam mengurangi peradangan. Namun
hasil ini baru akan terasa berbulan-bulan setelah pemakaian.
Mengurangi risiko depresi
Beberapa penelitian
menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat membantumenangani depresi. Namun,
seberapa signifikan efeknya masih perlu diteliti lebih lanjut.
Risiko di Balik Omega-3
Selain sebagian klaim yang ternyata belum terbukti kuat, konsumsi
omega-3 ternyata juga mengundang risiko sebagai berikut.
§ Konsumsi
omega-3 dalam kadar tinggi dapat meningkatkan risiko terjangkit stroke
hemoragik (pembuluh darah pecah di dalam otak).
§ Suplemen
omega-3 berisiko mengandung merkuri atau vitamin A dalam
kadar yang justru meracuni tubuh. Selain itu suplemen ini juga berisiko
menyebabkangangguan pencernaan.
§ Ikan yang
mengandung omega-3 juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena risiko
kandungan merkuri di dalamnya. Disarankan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 4
porsi ikan per minggu, terutama oleh bayi, anak, ibu hamil serta menyusui.
Secara umum, omega-3 memang memiliki sejumlah manfaat yang
menyehatkan tubuh. Namun tidak semua khasiat yang sering dipublikasikan benar
adanya. Satu hal yang pasti, memilih mengonsumsi omega-3 dari bahan makanan
alami dengan kadar yang tidak berlebihan lebih baik dibandingkan mendapatkannya
dari suplemen.

No comments:
Post a Comment